Kosa Kata Dalam Batak Language

Sampingan

[ ORANG YANG TERHORMAT BERKUMPUL DALAM JUMLAH YANG BESAR DI KECAMATAN ULUAN ADALAH KETURUNAN RAJA TOGA MANURUNG ]

*Raja =>pemimpin,pengawas,penguasa,kepala.
*Tuan =>orang yg terhormat.
*Guru => pengajar dalam hadatuon
*Datu => ahli pustaha
*Ampang => tentang datu
*Ompu =>nenek laki2 dan perempuan
Oppu => Kakek laki2 dan perempuan.

Ada 7 TONDI pada manusia
1.TONDI SIGOM GOM : tondi utk hidup
2.TONDI SIJUNG JUNG : pelindung
3.TONDI SIPALOS PALOS : penyebab penyakit
4.TONDI SIBAHOTA : yang beraktivitas
5.TONDI SIPALILOHOT : untuk kesuksesan
6.TONDI SIPAROROT : pangulubalang
7.TONDI SAUDARA,/saudara marorot,/saudara sanggapati =>berkediaman ini di tampat ari ari ditanam dan selalu mempgeringati MANUSIA.

Iklan

Kosa Kata Dalam Batak Language

Sampingan

[ ORANG YANG TERHORMAT BERKUMPUL DALAM JUMLAH YANG BESAR DI KECAMATAN ULUAN ADALAH KETURUNAN RAJA TOGA MANURUNG ]

*Raja =>pemimpin,pengawas,penguasa,kepala.
*Tuan =>orang yg terhormat.
*Guru => pengajar dalam hadatuon
*Datu => ahli pustaha
*Ampang => tentang datu
*Ompu =>nenek laki2 dan perempuan
Oppu => Kakek laki2 dan perempuan.

Ada 7 TONDI pada manusia
1.TONDI SIGOM GOM : tondi utk hidup
2.TONDI SIJUNG JUNG : pelindung
3.TONDI SIPALOS PALOS : penyebab penyakit
4.TONDI SIBAHOTA : yang beraktivitas
5.TONDI SIPALILOHOT : untuk kesuksesan
6.TONDI SIPAROROT : pangulubalang
7.TONDI SAUDARA,/saudara marorot,/saudara sanggapati =>berkediaman ini di tampat ari ari ditanam dan selalu mempgeringati MANUSIA.

12 warisan si Raja Batak Sebagai Pedoman Hidup

Standar
 
 
12 warisan si Raja Batak Sebagai Pedoman Hidup

Pertama: Sukkun mula ni hata, sise mula ni Uhum,
Artinya:
Untuk mengambil suatu keputusan harus dengan musyawarah,

Kedua: Jongjong adat nasotupa tabaon, nahot naso jadi husoron,
Artinya;
Adat yang telah dirancang moyang dari dulu, walaupun tidak tertulis tapi tak boleh dirubah,

Ketiga: Boni naso jadi dudaon,
Artinya;
Seseorang tidak boleh mengganggu kehidupan dan mata pencaharian orang lain,

Keempat: Parinaan ni manuk naso jadi siseaton,
Artinya;
Segala sesuatu yang telah dirancang oleh nenek-moyang tidak boleh kita hilangkan atau ditiadakan,

Kelima: Tokka do dohonon Goar ni Inang Bao, tung pe binoto,
Artinya;
Tidak akan membeberkan suatu rahasia walau sudah jelas ada bukti, kalau nanti itu akan membawa/mengakibatkan kekacauan dan perpecahan,

Keenam: Somba marhula-hula elek marboru manat mardongan tubu,
Artinya;
Falsafah Dalihan na Tolu adalah pondasi kehidupan masyarakat Batak yang harus di junjung tinggi,

Ketujuh: Jeppek Abor naso silakkaon, na ni handing sosirasrason napinarik pe sotolbakon,
Artinya;
Sekecil apapun hukum tatanan yang telah disepakati, karena itu adalah hasil musyawarah maka tidak boleh dilanggar,

Kedelapan: Dang sitodo turpuk siahut lomo ni roha,
Artinya;
Kita harus tabah akan apa yang telah kita terima dan nikmati, karena segala kehidupan manusia ada ditangan Tuhan (Mulajadi Nabolon),

Kesembilan: Pattun hangoluan, tois hamagoan, unang pesalihon nalonga, jala unang ho makkilang,
Artinya;
Kita harus lemah lembut dan sopan santun diharapkan juga tidak akan mengambil riba/keuntungan dari orang miskin,

Kesepuluh: Nasojadi paboaon nasopatut tu ina-ina, alai muba do molo tu ina,
Artinya;
Jangan memberi informasi yang bersifat rahasia kepada orang yang suka atau sering menggosip,

Kesebelas: Mar-Bo lao tu Tapian, ehem laho tu jabu,
Artinya;
Harus membiasakan diri dalam tata karma yang sangat hati-hati agar tak terjerumus dalam perbuatan amoral,

Keduabelas: Alai li alai lio, singir gabe utang molo so malo,
Artinya;
Berusahalah jadi orang yang pintar dan bijak, karena orang bodoh akan selalu jadi santapan orang pintar.

Kedua belas hukum inilah yang dibuat masyarakat batak sebagai tatanan hidup sehari-hari agar menjadi masyarakat yang bersih dan berwibawa sebagai keturunan Raja, karena yang merancang hukum ini adalah seorang Raja yang bernama si Raja Batak. Inilah faktor penyebab setiap orang batak disebut anak raja.

Pertama: Sukkun mula ni hata, sise mula ni Uhum,
Artinya:
Untuk mengambil suatu keputusan harus dengan musyawarah,

Kedua: Jongjong adat nasotupa tabaon, nahot naso jadi husoron,
Artinya;
Adat yang telah dirancang moyang dari dulu, walaupun tidak tertulis tapi tak boleh dirubah,

Ketiga: Boni naso jadi dudaon,
Artinya;
Seseorang tidak boleh mengganggu kehidupan dan mata pencaharian orang lain,

Keempat: Parinaan ni manuk naso jadi siseaton,
Artinya;
Segala sesuatu yang telah dirancang oleh nenek-moyang tidak boleh kita hilangkan atau ditiadakan,

Kelima: Tokka do dohonon Goar ni Inang Bao, tung pe binoto,
Artinya;
Tidak akan membeberkan suatu rahasia walau sudah jelas ada bukti, kalau nanti itu akan membawa/mengakibatkan kekacauan dan perpecahan,

Keenam: Somba marhula-hula elek marboru manat mardongan tubu,
Artinya;
Falsafah Dalihan na Tolu adalah pondasi kehidupan masyarakat Batak yang harus di junjung tinggi,

Ketujuh: Jeppek Abor naso silakkaon, na ni handing sosirasrason napinarik pe sotolbakon,
Artinya;
Sekecil apapun hukum tatanan yang telah disepakati, karena itu adalah hasil musyawarah maka tidak boleh dilanggar,

Kedelapan: Dang sitodo turpuk siahut lomo ni roha,
Artinya;
Kita harus tabah akan apa yang telah kita terima dan nikmati, karena segala kehidupan manusia ada ditangan Tuhan (Mulajadi Nabolon),

Kesembilan: Pattun hangoluan, tois hamagoan, unang pesalihon nalonga, jala unang ho makkilang,
Artinya;
Kita harus lemah lembut dan sopan santun diharapkan juga tidak akan mengambil riba/keuntungan dari orang miskin,

Kesepuluh: Nasojadi paboaon nasopatut tu ina-ina, alai muba do molo tu ina,
Artinya;
Jangan memberi informasi yang bersifat rahasia kepada orang yang suka atau sering menggosip,

Kesebelas: Mar-Bo lao tu Tapian, ehem laho tu jabu,
Artinya;
Harus membiasakan diri dalam tata karma yang sangat hati-hati agar tak terjerumus dalam perbuatan amoral,

Keduabelas: Alai li alai lio, singir gabe utang molo so malo,
Artinya;
Berusahalah jadi orang yang pintar dan bijak, karena orang bodoh akan selalu jadi santapan orang pintar.

Kedua belas hukum inilah yang dibuat masyarakat batak sebagai tatanan hidup sehari-hari agar menjadi masyarakat yang bersih dan berwibawa sebagai keturunan Raja, karena yang merancang hukum ini adalah seorang Raja yang bernama si Raja Batak. Inilah faktor penyebab setiap orang batak disebut anak raja.

HATA PATUJOLO

Standar
 

“Tangan do botohon ujung na jari-jari , Ruhut ni hata sidohonon sai  jumolo marsantabi

 

Santabi bolon ma tutu pinasahat, jumolo tu sude Raja ni Dongan Sabutuha, Raja ni Haha Anggi, Raja ni Pamoruon dohot  Ibebere, tarlumobi tu Raja ni Hula-hula, ro di sude angka Amanta Raja dohot Inanta Soripada loloan panjaha.
 
HORAS…..!3X